Visitors :107351 Org Hits : 432062 hits Month : 3259 Users Today : 75 Users Online : 2 Users
|
ARIFIN
SIDAK - Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah, Edy Susanto bersama rombongan provinsi, didampingi Wabup Pekalongan dan beberapa kepala SKPD menyidak Pasar Wiradesa.
*) Stok Bahan Pangan Selama Lebaran
*) Provinsi Sidak Pasar Wiradesa
*) Mendag Terus Pantau Stok Pangan
WIRADESA - Rombongan dari Provinsi Jawa Tengah, melakukan sidak bahan pangan di Pasar Wiradesa Kecamatan Wiradesa, Jumat (3/9).
Rombongan yang dipimpin oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Edy Susanto, datang sekitar pukul 08.30 WIB. Edy yang didampingi oleh beberapa pejabat provinsi datang langsung dari Semarang, dengan mengendarai bus Pemprov Jawa Tengah.
Wakil Bupati Pekalongan Wahyudi Pontjo Nugroho dan beberapa kepala SKPD terkait, ikut mendampingi Edy dan rombongan menyidak di Pasar Wiradesa.
Rombongan yang datang langsung menuju ke dalam Pasar Wiradesa, untuk mengecek langsung kondisi bahan pangan. Selain itu, Edy dapat bertatap muka dan berdialog dengan beberapa pedagang pasar, terkait bahan pangan yang dijual mereka.
Salah satu pedagang daging ayam potong, Jainah (53) saat ditemui Edy, mengungkapkan diperkirakan stok daging ayam yang dijualnya masih ada hingga nanti lebaran tiba. Selain itu, Jainah mengatakan dirinya belum menaikkan harga daging ayam.
"Daging yang saya jual ini saya dapatkan dari sekitar Wiradesa ini, dan saya perkirakan masih aman pak. Harganya juga belum naik," tuturnya saat ditemui Edy.
Pedagang lain, Budi (50) yang menjual daging sapi saat ditemui Edy menuturkan, dirinya selalu menjual daging sapi yang masih segar. Dan tidak mungkin, menurut Budi, dirinya menjual daging sapi yang dikhawatirkan masyarakat, seperti daging sapi glonggongan atau daging sisa.
"Daging yang saya jual ini, selalu segar. Jadi tidak mungkin menjual gading glonggongan atau daging sisa," ungkapnya.
Di akhir sidak tersebut, Edy mengatakan, kondisi stok bahan pangan terutama di pasar yang dikunjunginya, seperti Pasar Wiradesa, relatif aman.
Dalam arti, stok bahan pangan tersebut masih tercukupi dan tersedia untuk masyarakat sekitar hingga lebaran, dan setelah lebaran. Jadi, menurut Edy, masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan bahan pangan.
"Stok bahan pangan masih aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan bahan pangan," ucapnya.
Setelah menyidak Pasar Wiradesa, Edy bersama rombongan segera bertolak ke Kabupaten Pemalang, untuk kegiatan sidak juga.
MENDAG
Sementara, Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu menerangkan, berdasarkan laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) diperkirakan akan terjadi ancaman penurunan produksi pangan dunia akibat kenaikan suhu udara di kawasan sentra produksi pangan. Hal ini dapat memicu kenaikan harga pangan di pasar dunia. Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah akan menyiapkan langkah kontijensi untuk mencegah terjadinya fluktuasi stok dan pasokan pangan.
“Kemendag terus menerus melakukan komunikasi yang lebih intensif dengan Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan BUMN terkait lainnya melalui berbagai pertemuan dan koordinasi di tingkat Menko. Dari pertemuan ini diharapkan diperoleh data akurat mengenai kegiatan produksi, hasil panen, serta perkembangan kondisi riil pasokan pangan dunia,” kata Mendag Mari Pangestu di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (3/9).
Mendag menyebutkan, hingga H-7 Hari Raya Idul Fitri 2010 dan berdasarkan pantauan BPS selama periode bulan Januari-Agustus, harga bahan pokok secara umum tidak menunjukkan gejolak yang signifikan. Beberapa komoditi mengalami kenaikan harga seperti beras umum (1,7%), beras termurah (1,4%), minyak goreng curah (0,6%), daging sapi (1%), daging ayam (3,9%), telur ayam (2,6%), cabe merah (8%) dan bawang merah (4,4%). Harga komoditi minyak goreng kemasan stabil (0%), sementara komoditi yang mengalami tren penurunan yaitu gula (-1,3%), dan tepung terigu (-0,3%).
Sejak Juli 2010, lanjut Mendag, sebelum memasuki bulan Puasa sampai Minggu I bulan Puasa harga beberapa jenis kebutuhan pokok seperti cabe merah dan bawang merah mengalami kenaikan yang sangat signifikan, demikian pula komoditi pertanian lain yang juga mengalami kenaikan namun masih dalam batas toleransi.
“Kenaikan harga ini merupakan musiman, karena adanya kenaikan permintaan saat memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional. Selain itu, kenaikan juga disebabkan anomali iklim yang mempengaruhi keseimbangan produksi dan pasokan bahan kebutuhan pokok,” paparnya.
Namun demikian, harga komoditi yang mengalami kenaikan pada awal menjelang dan memasuki bulan puasa seperti cabe merah dan bawang merah sudah mengalami penurunan. Beberapa komoditi cenderung stabil dan beberapa mengalami kenaikan, namun kenaikannya tidak terlalu signifikan.
Dengan begitu dalam menghadapi situasi ini, Mendag kembali menegaskan, bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipatif agar barang tetap tersedia dengan cukup serta harga barang tetap terkendali dalam terjangkau. Di antaranya, meningkatkan frekuensi koordinasi antara instansi terkait dan pelaku usaha, melakukan pemantauan lapangan di wilayah Jabodetabek maupun di luar Jawa untuk mengetahui dari dekat kondisi riil baik perkembangan harga maupun ketersediaannya.
“Selain itu, kami juga aka terus melakukan Operasi Pasar beras di seluruh provinsi dan juga mempercepat penyaluran Raskin untuk kebutuhan dua bulan sekaligus alokasi Agustus - September dilaksanakan pada Agustus 2010,” pungkasnya. (fin/jpnn)